Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘online’ Category


(sumber: http://www.virtual.co.id)

Setelah sebelumnya sukses merangkul para blogger dalam acara peluncuran All New Corolla Altis, PT. Toyota Astra Motor (TAM) kini makin serius menerapkan online marketing. Langkah terbaru anak perusahaan Astra Group tersebut adalah membuat lomba menulis di blog. TAM mengajak semua blogger untuk menuliskan pengalaman berlibur mereka sekeluarga bersama Kijang.

Saya mencatat ada peningkatan langkah strategis TAM di dunia maya dalam memanfaatkan era Web 2.0 marketing.

Pertama, dari endorser ke publik.

Jika sebelumnya di acara All New Corolla Altis hanya mengundang sejumlah kecil seleb blog sebagai endorser untuk menimbulkan efek viral, kini TAM memperluas upayanya dengan mengajak semua blogger di Indonesia, yang konon jumlahnya sekitar 250 ribuan. Sayang, profil demografis blogger Indonesia belum tersedia, sehingga mempersulit pemetaan apakah mereka pemilik atau pengguna Kijang. Tapi, paling tidak, semangat dari langkah TAM ini adalah memperluas pasar, dari endorser ke user.

Kedua, dari peluncuran ke pengalaman.

Pada saat acara All New Corolla Altis, TAM menggunakan blogger sebagai pelengkap media cetak. Biasanya, setiap ada acara peluncuran mobil baru, TAM melakukan banyak upaya marketing dan PR-ing (public relations), termasuk mengundang media agar meliput acara peluncurannya. Nah, pada saat peluncuran All New Corolla Altis, TAM mengundang blogger berpengaruh agar menimbulkan gema di dunia maya.

Kini TAM lebih berani. Mereka langsung mengundang konsumen, para pemilik atau pemakai mobil Kijang, untuk menceriterakan pengalaman mereka, terserah, apakah mereka akan menceritakan pengalaman berlibur sekeluarga bersama Toyota Kijang Innova, atau mobil Kijang yang lama.

Akan sangat menarik mendengarkan pengalaman langsung end-user seperti ini melalui blog, mengingat setiap blogger memiliki gaya bahasa masing-masing.

Jika upaya ini berhasil, TAM bukan hanya mendapat user insight tetapi juga sekaligus mengkampanyekan kembali Kijang sebagai mobil keluarga.

Ketiga, dari blog ke agregator.

Pada saat peluncuran All New Corolla Altis, sekitar 15 blogger dipersilahkan untuk memposting di blog masing-masing, dan dibiarkan begitu saja. Kini, TAM mempersiapkan blog agregator di situs Toyota Owner Club.

Upaya ini sekaligus akan berefek pada kampanye situs Toyota Owner Club.

Strategi dan eksekusi yang digarap tim Virtual Consulting ini memberi kesempatan TAM untuk sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Bukan hanya citra Kijang sebagai mobil keluarga yang bakal terbangun di dunia maya melalui kompetisi ini, langkah ini juga sekaligus mempererat hubungan antara TAM dengan para blogger, membentuk jaringan dengan mereka melalui marketing Web 2.0, kemudian mendapatkan user insight, sekaligus mengkampanyekan situs yang dipersembahkan untuk para pemilik mobil Toyota.

Tidak mengherankan jika dalam hal hadiah, TAM terlihat amat royal. Pemenangnya berhak untuk bertamasya ke Disney Land di Hongkong. (Yang pingin ikutan, buruan daftar di sini. Batas terakhir pengiriman tulisan blog 31 Juli 2008)

Inilah langkah pemasaran baru yang oleh Hermawan Kartajaya, bos Markplus, disebut sebagai New Wave Marketing.

Advertisements

Read Full Post »

Apakah Twitter itu?

Twitter merupakan layanan social networking dan micro-blogging gratis yang memungkinkan para penggunanya bisa mengirimkan pesan singkat 140 karakter melalui sms, instant messenger, web service atau layanan pihak ketiga seperti Twitterrific, Twhirl dan Facebook. Sejak kemunculannya pada Maret 2007, Twitter telah disambut hangat oleh para pengguna Internet.

Terus kenapa harus pilih Twitter?

Sekelas Barack Obama saja menggunakannya. Bahkan Britney Spears juga. Itu artinya, dengan menjadi pengikut (following on Twitter) sejumlah blogger favorit, kita akan bisa mendapatkan updates dan breaking news dalam hitungan detik. Bahkan bisa juga tahu apa yg menjadi berita terpanas dalam dunia blogging dan make money from blog.

Selain itu juga untuk sarana Networking. Karena pada dasarnya Twitter adalah layanan social networking yang memungkinkan kita bisa saling berhubungan dan saling mengikuti satu sama lain. Bahkan kita juga bisa memiliki akses langsung dengan orang – orang ‘terpanas’. Wow, sesuatu yang langka ya? Itulah hebatnya Twitter.

Dengan menggunakan Twitter, akan menghemat waktu kita.

Twitter bisa menghasilkan Uang?

Beneran lho itu. Dengan memanfaatkan akun Twitter kita pastinya. Nama Twittad. Mini blogging advertising ini masih terbilang baru dan juga memiliki cara kerja yang berbeda dengan cara kerja program monetisasi kebanyakan. Iklan yang Twittad tampilkan berupa background pada profil akun Twitter kita. Belum punya akun Twittad, Daftar Disini.

Read Full Post »

Examples of companies using and being used by social media marketing:

taken from Peter Kim’s blog

Read Full Post »

Web 2.0 (2)

  1. End of the Software Release Cycle
    Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama” seperti Windows. Suatu aplikasi Windows biasanya dirilis setiap dua atau tiga tahun sekali, misalnya saja Microsoft Office yang memiliki versi 97, 2000, XP, dan 2003. Di lain pihak, aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Google misalnya, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.
  2. Lightweight Programming Models
    Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.
  3. Software Above the Level of a Single Device
    Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod). Di masa depan diperkirakan akan makin banyak aplikasi-aplikasi yang memiliki sifat ini, misalnya saja demo Bill Gates di CES 2006 menunjukkan integrasi antar device yang luar biasa (lihat post Consumer Electronic Show 2006).
  4. Rich User Experiences
    Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki user interface revolusioner. Contoh lainnya lagi adalah Google Maps yang meskipun berjalan dalam browser namun bisa memberikan respons yang cepat saat pengguna menjelajahi peta.

Apakah suatu aplikasi harus memiliki ketujuh ciri-ciri ini untuk bisa disebut “Web 2.0″ ? Jawabannya adalah tidak. Namun semakin banyak ciri-ciri yang dimiliki berarti aplikasi itu semakin “Web 2.0″ ! Dan satu hal lagi, meskipun contoh-contoh yang diberikan di atas banyak berasal dari keluarga Google, tapi sebenarnya masih banyak aplikasi Web 2.0 yang lain. Di kesempatan lainnya kita akan melihat contoh aplikasi-aplikasi Web 2.0 yang sedang berkembang saat ini.

Read Full Post »

Web 2.0 (1)

Oleh Donald

web 2.0 Tools

Belakangan ini ada satu istilah yang sedang naik daun, yaitu Web 2.0. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan aplikasi-aplikasi Internet generasi baru yang merevolusi cara kita menggunakan Internet. Semua aplikasi ini membawa kita masuk ke babak baru penggunaan Internet yang berbeda dengan generasi sebelumnya pada pertengahan tahun 1990-an.

Dan jangan heran, belakangan ini banyak aplikasi Internet yang melabeli dirinya dengan “Web 2.0″. Agar tidak terkecoh, pertama-tama tentu kita harus mengerti dulu apa yang dimaksud dengan Web 2.0.

Nah, untuk ini ada satu artikel yang sangat bagus yaitu What is Web 2.0 karangan Tim O’Reilly. Kebetulan juga Tim O’Reilly adalah salah satu pencetus istilah Web 2.0. Jadi dari artikel iini kita bisa mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama !

Secara singkat, berikut ini ciri-ciri aplikasi Web 2.0 (diambil dari artikel What is Web 2.0):

  1. The Web as Platform
    Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. Apa sih yang dimaksud dengan platform ? Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang bisa diakses dari sistem operasi mana pun. Contoh lainnya adalah Flickr yang juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun.
    Kelebihannya jelas, aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows. Dan kita bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini !
  2. Harnessing Collective Intelligence
    Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedi online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta ! Contoh lainnya lagi adalah del.icio.us di mana semua orang saling berbagi link-link menarik yang mereka temukan. Akibatnya kita bisa menemukan “permata-permata” di Web gabungan hasil browsing dari ribuan orang. Blogosphere juga merupakan contoh kepandaian kolektif karena setiap orang bisa menulis blog-nya sendiri-sendiri lalu saling link satu sama lain untuk membentuk jaringan pengetahuan, mirip seperti sel-sel otak yang saling terkait satu sama lain di dalam otak kita.
  3. Data is the Next Intel Inside
    Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini berarti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.

Read Full Post »

oleh Bambang Dwi Atmoko

Jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Wow, apa pula ini? Apa bedanya dengan Web 2.0 yang sekarang sedang marak? Jangan salah, ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya.

Saat ini kita memasuki generasi kedua dari website atau disebut dengan web 2.0. Pada generasi sebelumnya yaitu web 1.0 memiliki ciri-ciri umum yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Jadi pada jaman web 1.0 kita kebanyakan hanya sekedar mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu.

Sosial

Kemudian hadir web 2.0 untuk menggantikan Web 1.0 dimana interaksi sosial di dunia maya sudah menjadi kebutuhan sehingga era Web 2.0 ini memiliki beberapa ciri mencolok yaitu share, collaborate dan exploit. Di era Web 2.0 sekarang, penggunaan web untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace, Youtube dan Fickr. Jadi disini kehidupan sosial di dunia maya benar-benar terasa.

Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.

Namun lambat laun kebiasaan dan kebutuhan orang di dunia maya selalu berubah dan bertambah. Hal ini juga sejalan dengan semakin cepatnya akses internet broadband dan teknologi komputer yang semakin canggih. Jika pada telekomunikasi sudah mulai terdengar isu era 4G, begitu juga yang terjadi pada dunia website yang juga memunculkan isu akan segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide.

Jadi, disini web seolah-olah sudah seperti asisten pribadi kita. Web mulai mengerti kebutuhan kita dengan bisa memberi saran atau nasehat kita, menyediakan apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan teknologi 3D animasi, kita bisa membuat profil avatar yang sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia nyata. Kita bisa berjalan-jalan, pergi ke mall, bercakap-cakap dengan teman yang lain. Ya, Web 3.0 adalah dunia virtual kita.

Buatan Indonesia

Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.

Apakah saat ini sudah ada website sebagai pertanda bakal masuknya era web 3.0? Ya, model web 3.0 sudah bisa dirasakan salah satunya adalah pada situs secondlife.com . Dan yang juga cukup membanggakan kita adalah, Indonesia sudah mampu untuk masuk ke dunia Web 3.0 ini dengan hadirnya lilofriends.com . Situs yang sudah mendekati model Web 3.0 asli karya anak bangsa yang dikembangkan oleh dikembangkan oleh Li’L Online Games dengan engine dari Altermyth Studio. Hmm…anak Indonesia hebat-hebat kan? Banyak lagi contoh lain karya anak bangsa berkualitas tinggi yang patut menjadi kebanggaan dan tidak kalah dengan produk buatan bangsa lain. Saatnya ayo berkarya terus memajukan Indonesia!

Read Full Post »